Mobil sekarang bukan cuma alat transportasi, tapi juga bagian dari gaya hidup. Banyak anak muda sampai keluarga bingung pas mau beli mobil: pilih mesin diesel atau bensin? Keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas perbandingannya biar lo nggak salah pilih. Yuk kita bahas satu-satu.
1. Kenalan Dulu Sama Mesin Diesel & Bensin
Biar nggak salah paham, kita bahas dulu bedanya.
- Mesin Diesel: Bekerja dengan prinsip kompresi udara yang lebih tinggi, bahan bakarnya solar. Solar dibakar karena tekanan tinggi, jadi nggak pakai busi. Mesin diesel terkenal dengan torsi gede di putaran rendah, cocok buat angkut beban berat dan medan sulit.

- Mesin Bensin: Pakai busi untuk pembakaran, pakai bahan bakar bensin. Suara lebih halus, getaran mesin kecil, dan biasanya lebih enteng buat tarikan awal di rpm tinggi.

Dulu diesel identik sama truk atau pick-up, tapi sekarang banyak SUV mewah dan MPV yang pakai diesel, seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, Isuzu MU-X, Hyundai Santa Fe diesel. Bensin juga tetap eksis di banyak sedan, city car, dan SUV modern.
2. Kebutuhan Pemakaian: Lo Pake Buat Apa?
Ini faktor paling penting. Lo harus tahu kebutuhan utama lo:
- Kalau lo sering keluar kota, bawa keluarga, barang banyak, atau lewat tanjakan: Diesel adalah pilihan tepat. Torsi gede bikin mobil enteng nanjak, nggak gampang ngos-ngosan.

- Kalau lo lebih banyak di perkotaan, jarak pendek, atau cari kenyamanan dan keheningan: Bensin lebih enak. Mesin lebih senyap, getaran minim, cocok buat stop and go di kota.

Contoh nyata:
- Lo tinggal di daerah pegunungan kayak Bandung → Diesel cocok banget.
- Lo tinggal di kota besar kayak Jakarta, jarang keluar kota → Bensin bisa jadi pilihan hemat dan nyaman.
3. Konsumsi BBM: Mana yang Lebih Irit?
Diesel terkenal irit, bukan mitos. Mesin diesel modern dengan teknologi common rail bisa tembus 12–18 km/l buat SUV atau MPV besar.
Mesin bensin biasanya di angka 8–12 km/l, tergantung kapasitas mesin.
Selain itu, harga solar subsidi lebih murah dari bensin non-subsidi. Tapi ingat, nggak semua mobil diesel bisa minum solar subsidi. Banyak yang disarankan pakai Dexlite atau Pertamina Dex supaya mesin awet.
Kesimpulannya:
Kalau jarak tempuh lo jauh dan sering perjalanan panjang → Diesel hemat banget.
Kalau pemakaian harian jarak dekat → selisih iritnya nggak akan terlalu kerasa, bensin bisa jadi opsi lebih praktis.
4. Biaya Perawatan: Diesel Lebih Mahal?
Banyak orang mikir perawatan diesel mahal, tapi sebenarnya tergantung cara pakai.
- Diesel: Interval servis biasanya lebih panjang (10.000 km), tapi sekali servis bisa lebih mahal karena ada filter solar, injektor, dan turbo. Kalau lo rajin servis, jarang ada masalah besar.
- Bensin: Servis lebih sering tapi biayanya lebih murah. Komponen seperti busi dan filter udara relatif murah.
Kalau lo malas perawatan dan suka telat ganti oli, mesin diesel bisa kena masalah injektor yang mahal perbaikannya. Jadi pastikan lo disiplin.
5. Performa & Kenyamanan
- Diesel: Punya torsi badak di rpm rendah. Artinya, buat nanjak dan angkut barang berat, mobil tetap enteng. Tapi akselerasi di kecepatan tinggi biasanya nggak seganas bensin. Suaranya juga lebih kasar, walaupun diesel modern udah jauh lebih halus.
- Bensin: Tarikan di rpm tinggi lebih spontan, suara mesin lebih senyap. Cocok buat lo yang suka akselerasi spontan dan kehalusan suara mesin.
Kalau lo tipe orang yang pengen mobil tenang dan nggak bising, bensin bakal lebih cocok.
6. Umur Mesin & Ketahanan
Mesin diesel terkenal bandel dan awet. Banyak truk diesel yang udah jalan ratusan ribu km tapi tetap hidup. Ini karena konstruksi mesin diesel lebih kuat.
Mesin bensin juga awet, tapi biasanya kalau dipaksa angkut beban berat atau jarak jauh terus-terusan, lebih cepat lelah dibanding diesel.
7. Harga Jual Kembali (Resale Value)
SUV diesel kayak Fortuner atau Pajero terkenal punya harga jual tinggi. Mobil diesel bekas banyak dicari karena terkenal irit dan awet.
Mobil bensin, tergantung model dan merek, tapi biasanya depresiasinya lebih tinggi dibanding diesel. Jadi kalau lo mikirin harga jual, diesel bisa lebih menguntungkan.
8. Tren Sosmed & Lifestyle: Diesel Lagi Hits
Kalau lo sering buka TikTok atau Instagram, pasti sering liat tren diesel cumi alias mobil diesel asap tebal. Walaupun ini kontroversial, faktanya anak muda jadi penasaran sama mesin diesel.
Mobil diesel juga identik sama gaya macho. Banyak yang modifikasi:

- Pasang velg offroad
- Ban AT/MT
- Knalpot custom
- Lampu LED bar
Buat lifestyle, diesel lagi hype banget.
9. Diesel vs Bensin: Mana Ramah Lingkungan?
Mesin diesel sering dicap polusi tinggi karena asap hitam. Tapi teknologi sekarang udah ada DPF (Diesel Particulate Filter) dan standar emisi Euro 4, bikin emisi lebih bersih.
Mesin bensin juga punya emisi CO2, tapi suaranya lebih halus dan asapnya nggak keliatan. Jadi kalau prioritas lo ramah lingkungan, pastikan pilih mobil sesuai standar emisi terbaru.
Kesimpulan: Mana yang Cocok Buat Lo?
Jawaban tergantung kebutuhan dan gaya hidup lo:
- Pilih Diesel Kalau:
- Sering jarak jauh
- Butuh tenaga gede & angkut beban
- Mau irit BBM
- Nggak masalah suara mesin sedikit kasar
- Mikirin harga jual kembali
- Pilih Bensin Kalau:
- Lebih sering di kota, jarak pendek
- Pengen mobil senyap & halus
- Nggak pengen ribet perawatan turbo/injektor
- Tarikan spontan rpm tinggi
Intinya, nggak ada yang paling benar. Semua balik ke kebutuhan lo.